Tragedi Gelap Aktris Cantik Maggie De La Riva dari Philipina

Diculik, dibius, di/kosa bergilir, inilah tragedi gelap aktris cantik Maggie De La Riva. Maggie De La Riva adalah seorang aktris dan ratu kecantikan asal Filipina yang namanya lekat dengan salah satu kasus kejahatan paling menggemparkan di negaranya pada akhir 1960-an.

 

Pada 26 Juni 1967, aktris Magdalena “Maggie” de la Riva, yang berusia 25 tahun dan sedang naik daun dengan lebih dari 30 film, diculik di depan apartemennya di New Manila, Quezon City, oleh empat pria bersenjata, Jaime José (putra diplomat), Basilio Pineda Jr. (putra pengusaha Pasay), Rogelio Cañal (putra polisi), dan Edgardo Aquino (putra pengusaha) yang mengejar mobilnya, menyeretnya ke Pontiac convertible merah dengan ancaman senjata submachine gun Thompson dan asam, lalu membawanya ke Swanky Hotel di Pasay di mana ia dipaksa telan7ang dan diperko5a bergantian selama berjam-jam.

 

Setelah kejadian, para pelaku mengancam de la Riva agar diam dengan peringatan bahwa mereka akan membayar jaminan dan memburunya, kemudian memulangkannya dengan taksi, de la Riva yang panik dan trauma, melaporkan kejadian itu kepada ibunya dan polisi, memicu penangkapan cepat berdasarkan pengakuan José.

 

Sidang dimulai pada 11 Juli 1967 di Pengadilan Pertama Quezon City di bawah Hakim Lourdes Paredes San Diego, di mana de la Riva dengan berani mengidentifikasi pelaku di ruang sidang penuh sesak, menunjukkan luka memar di lengannya dan bertanya, “Apakah kamu ingat ini?”, meskipun menghadapi ancaman dan upaya pengaruh dari keluarga pelaku yang kaya.

 

Pada 2 Oktober 1967, pengadilan menyatakan keempatnya bersalah atas penculikan paksa dengan pemerkosaan berdasarkan Pasal 335 Kode Hukum Pidana Revisi, dengan hukuman mati melalui kursi listrik dan denda ₱10.000 masing-masing untuk ganti rugi de la Riva, meskipun banding ke Mahkamah Agung gagal, eksekusi tertunda hingga 1969, di mana José, Pineda, dan Cañal dieksekusi pada 7 Mei 1969 di Muntinlupa, sementara Aquino kabur pada 1968 tapi tewas dalam baku tembak polisi pada 1970.

Kasus ini menjadi simbol keberanian de la Riva, yang melanjutkan karir aktingnya, menikah, dan hidup hingga usia lanjut, sambil menyoroti reformasi hukum pemerkosaan di Filipina era Marcos, di mana pemerkosaan saat itu dianggap kejahatan moral.